Langsung ke konten utama

ALIHKAN SEMUA PANDANGAN KEPADA ALLAH


                   Hati tempat terbitnya nur Ilahiyah, maka fokuskan hati kepada Allah, dan anggota tubuh pun akan tetap diam. Hadirnya Nur Ilahiyah, tentu hati akan terang, jiwa akan hidup, lidah akan basah dan seluruh anggota bergerak menyebut asma-Nya yang agung.

GHAIBUN NAZHARAL KHALQI ILAYKA BI NAZHARILLAAHA ALAYKA WA GHIB  'AN IQBALIHIM 'ALAYKA BI SYUHUUDI IQBAALIHI  'ALAYKA.

          Maksudnya adalah : "Lenyapkan (ghaibkan) pandangan manusia atas dirimu, dengan (penutup) penglihatan Allah padamu. Alihkan pula perhatian manusia kepadamu, dengan persaksian Allah yang dihadapkan kepadamu". Perkara yang demikian ini, merupakan bukti atas kebenaran dan kejujuran hakikat pengabdian dan penghambaan kepada Allah Ta'ala. Hendaklah kita ini memusatkan perhatian dan mengorientasikan totalitas hidup kita hanya kepada Allah semata.

                Janganlah kita ini, menginginkan diperhatikan dan sanjungan oleh siapapun. Harapan itu, hanya pantas dihaturkan kepada Allah semata. Lenyapkan, ghaibkan penglihatan manusia itu, karena besarnya perhatian Allah kepada kita. KARENA APA? Karena, yang ada pada manusia adalah dugaan semata yang pada hakikatnya ialah : "TIDAK ADA DAN FANA ". Bahkan batil, Hindari keinginan untuk dilihat dan diperhatikan orang, karena perkara itu akan menimbulkan sikap memperbagus dan memperhias diri dan amal karena dipandang orang, agar dihormati. Dipandang alim dan memperoleh kedudukan dikalangan masyarakat.

          Perkara ini pun menimbulkan kemunafiqkan, riya', ujub. Tindakan zahir ini, tidak sesuai dengan batin kita. Sikap yang seperti ini, akan membuat kita tersiksa, baik didunia maupun diakherat. Kita menjadi tersiksa didunia, ketika apa yang kita inginkan dari manusia itu, tidak akan terpenuhi. Dan sungguh adzab akherat0akan pedih lebih pedih dan keras. Semoga keterangan singkat ini, dapatlah kita ambil hikmahnya, bahwa tujuan beramal bukan karena makhluq tetapi karena Allah. Bila sudah karena Allah barulah disebut ABDILLAH. Insya Allah, nur Ilahiyah akan terpancar bagi orang yang amalnya ikhlas karena Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHUSYU' DAN HUDHUR

"Sungguh, berbahagialah orang-orang mu'min yakni mereka  yang khusyu' dalam shalatnya" (QS. Al-Mu'minun 23 : 1-2)           Disini kita mengutip lagi tentang khusyu' dan hudhur, agar Anda memahami tentang maksud makna arti kedua ini, biar Anda jelas apa itu khusyu' dan apa itu hudhur. Mari simak kembali, biar Anda puas memahami maksudnya. KHUSYU' Ketahuilah, Banyak para ulama kita yang beda pendapat memaknai khusyuk itu pendapat pertama menyebut bahwa Khusyu' dalam shalat bisa diperoleh dengan memejamkan mata, merendahkan suara, dan tidak melirik kekanan dan kekiri. Pendapat yang lain mengatakan bahwa Bila shalat sudah dimulai hendaklah ia tidak mempedulikan disekelilingnya, atau tidak ada orang sebelah kanannya maupun disebelah kirinya, serta menganggap tidak ada pekerjaan lain yang lebih penting selain shalat. Pendapat yang lain pula mengatakan bahwa Khusyu' dapat dicapai dengan mengerahkan ingatan hanya pada Allah dengan seg...

DUA KENI'MATAN BESAR

Dua macam keni'matan. Tiada satu makhluq pun yang terlepas dari keduanya, yaitu Ni'mat ciptaan (al-ijad). Dan ni'mat kelestarian (al-imdad). Disini sedikit kami menguraikan tentang dua hal macam keni'matan yang Allah berikan kepada kita. Nikmat penciptaan (al-ijad) dan ni'mat pemeliharaan atau pelestarian (al-imdad) adalah   Merupakan dua ni'mat yang biasa dibutuhkan oleh setiap yang maujud. Dengan ni'mat penciptaan (al-ijad), membuat sesuatu yang semula tidak ada menjadi ada. Setelah sesuatu tercipta, maka pasti membutuhkan pemeliharaan, pengembangan dan pelestarian akan keberadaan dan eksistensinya. Itulah ni'mat " al-imdad ". AN'AMA 'ALAYKA AWWALAN BIL IIJAADI WA TSAANIIHAA BI TAWAALIIL IMDAADI. Artinya :   " Kenik'matan dari Allah Ta'ala yang pertama adalah Ni'mat ijad. Seterusnya adalah ni'mat imdad, yang terus-menerus disempurnakan." Ketahuilah, Wujud dari segala yang diciptakan (makhluq), te...