Hati tempat terbitnya nur Ilahiyah, maka fokuskan hati kepada Allah, dan anggota tubuh pun akan tetap diam. Hadirnya Nur Ilahiyah, tentu hati akan terang, jiwa akan hidup, lidah akan basah dan seluruh anggota bergerak menyebut asma-Nya yang agung.
GHAIBUN NAZHARAL KHALQI ILAYKA BI NAZHARILLAAHA ALAYKA WA GHIB 'AN IQBALIHIM 'ALAYKA BI SYUHUUDI IQBAALIHI 'ALAYKA.
Maksudnya adalah : "Lenyapkan (ghaibkan) pandangan manusia atas dirimu, dengan (penutup) penglihatan Allah padamu. Alihkan pula perhatian manusia kepadamu, dengan persaksian Allah yang dihadapkan kepadamu". Perkara yang demikian ini, merupakan bukti atas kebenaran dan kejujuran hakikat pengabdian dan penghambaan kepada Allah Ta'ala. Hendaklah kita ini memusatkan perhatian dan mengorientasikan totalitas hidup kita hanya kepada Allah semata.
Janganlah kita ini, menginginkan diperhatikan dan sanjungan oleh siapapun. Harapan itu, hanya pantas dihaturkan kepada Allah semata. Lenyapkan, ghaibkan penglihatan manusia itu, karena besarnya perhatian Allah kepada kita. KARENA APA? Karena, yang ada pada manusia adalah dugaan semata yang pada hakikatnya ialah : "TIDAK ADA DAN FANA ". Bahkan batil, Hindari keinginan untuk dilihat dan diperhatikan orang, karena perkara itu akan menimbulkan sikap memperbagus dan memperhias diri dan amal karena dipandang orang, agar dihormati. Dipandang alim dan memperoleh kedudukan dikalangan masyarakat.
Perkara ini pun menimbulkan kemunafiqkan, riya', ujub. Tindakan zahir ini, tidak sesuai dengan batin kita. Sikap yang seperti ini, akan membuat kita tersiksa, baik didunia maupun diakherat. Kita menjadi tersiksa didunia, ketika apa yang kita inginkan dari manusia itu, tidak akan terpenuhi. Dan sungguh adzab akherat0akan pedih lebih pedih dan keras. Semoga keterangan singkat ini, dapatlah kita ambil hikmahnya, bahwa tujuan beramal bukan karena makhluq tetapi karena Allah. Bila sudah karena Allah barulah disebut ABDILLAH. Insya Allah, nur Ilahiyah akan terpancar bagi orang yang amalnya ikhlas karena Allah.

Komentar
Posting Komentar