Langsung ke konten utama

ANTARA SETAN DAN HAWA NAFSU






       "Allah menjadikan setan sebagai musuh Anda, supaya Anda benci pada setan, dan berlidung kepada Allah. Demikian pula Allah menggerakkan hawa nafsu Anda, supaya Anda terus- menerus menghadap Allah."

       Ketahuilah, sebenarnya permusuhan setan kepada kita adalah suatu ni'mat yang besar dari Allah. Nah,dengan begitu kita tidak boleh melupakan untuk selalu melawan dan memeranginya. Tetapi kondisi kita yang sangat lemah, tidak memungkinkan bagi untuk melakukan perlawanan dan memerangi serta mengalahkannya. Oleh sebab itu, kita mesti menghadap kepada Allah, minta pertolongan kepada-Nya, dan memohon pertolongan kepada Allah dari gangguan dan kejahatan setan yang terkutuk. Karena Dia- adalah Tuhan yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.serta yang dapat mengalahkannya. Hal itu membuat kita tidak bisa tidak untuk menghadap kepada Allah Ta'ala, meminta pertolongan dan perlindungan-Nya dari setan yang terkutuk, yang nyata-nyata sebagai musuh yang tidak pernah jemu untuk menyesatkan kita.

        Oleh karena itu, Kita harus terus-menerus menghadap kepada Allah dan memohon perlindungan kepada-Nya dari godaan setan. Sebagaimana setan yang tak pernah bosan menggoda kita juga maka Kita tidak boleh bosan memohon perlindungan kepada-Nya. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya " Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka, dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga."
(QS. Al-Isra' : 65)
Allah juga berfirman dalam Al-Qur-an, surah Fathir :6 yakni " Sesungguhnya setan itu ialah musuh kamu, maka anggaplah ia musuhmu."

       Setan itu tidak mempunyai kekuasan apapun terhadap orang beriman yang bertawakkal. Begitupun gerak nafsu yang selalu mengajak untuk menuruti kesenangan syahwat. Dan syahwat yang melekat pada diri, sebenarnya adalah suatu ni'mat besar dari Allah juga. Nafsu itu akan di manfa'atkan oleh manusia yaitu "SYAITHAN" ia akan dijadikan kendaraan untuk menghancurkan manusia yang menjadi musuhnya. Nah saudara sekalian berbanyaklah mengingat Allah agar hati tidak tergoda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHUSYU' DAN HUDHUR

"Sungguh, berbahagialah orang-orang mu'min yakni mereka  yang khusyu' dalam shalatnya" (QS. Al-Mu'minun 23 : 1-2)           Disini kita mengutip lagi tentang khusyu' dan hudhur, agar Anda memahami tentang maksud makna arti kedua ini, biar Anda jelas apa itu khusyu' dan apa itu hudhur. Mari simak kembali, biar Anda puas memahami maksudnya. KHUSYU' Ketahuilah, Banyak para ulama kita yang beda pendapat memaknai khusyuk itu pendapat pertama menyebut bahwa Khusyu' dalam shalat bisa diperoleh dengan memejamkan mata, merendahkan suara, dan tidak melirik kekanan dan kekiri. Pendapat yang lain mengatakan bahwa Bila shalat sudah dimulai hendaklah ia tidak mempedulikan disekelilingnya, atau tidak ada orang sebelah kanannya maupun disebelah kirinya, serta menganggap tidak ada pekerjaan lain yang lebih penting selain shalat. Pendapat yang lain pula mengatakan bahwa Khusyu' dapat dicapai dengan mengerahkan ingatan hanya pada Allah dengan seg...

DUA KENI'MATAN BESAR

Dua macam keni'matan. Tiada satu makhluq pun yang terlepas dari keduanya, yaitu Ni'mat ciptaan (al-ijad). Dan ni'mat kelestarian (al-imdad). Disini sedikit kami menguraikan tentang dua hal macam keni'matan yang Allah berikan kepada kita. Nikmat penciptaan (al-ijad) dan ni'mat pemeliharaan atau pelestarian (al-imdad) adalah   Merupakan dua ni'mat yang biasa dibutuhkan oleh setiap yang maujud. Dengan ni'mat penciptaan (al-ijad), membuat sesuatu yang semula tidak ada menjadi ada. Setelah sesuatu tercipta, maka pasti membutuhkan pemeliharaan, pengembangan dan pelestarian akan keberadaan dan eksistensinya. Itulah ni'mat " al-imdad ". AN'AMA 'ALAYKA AWWALAN BIL IIJAADI WA TSAANIIHAA BI TAWAALIIL IMDAADI. Artinya :   " Kenik'matan dari Allah Ta'ala yang pertama adalah Ni'mat ijad. Seterusnya adalah ni'mat imdad, yang terus-menerus disempurnakan." Ketahuilah, Wujud dari segala yang diciptakan (makhluq), te...