Langsung ke konten utama

JIKA TAK MAU TURUN JABATAN, JANGAN MENDUDUKI JABATAN


        "Jika Anda tidak ingin dipecat, maka jangan memangku jabatan yang tidak akan tetap bagi Anda". Nah, Anda tahu apa itu jabatan? Anggap saja Anda mengerti jabatan yang didapati siapa pun mendudukinya termasuk Anda disini. Ungkapan diatas tadi, kiranya dapatlah Anda jadikan sebuah perenungan bahwa " Tidak sesuatu pun didunia ini yang bersifat abadi, jabatan kedudukan dan kekuasaan dll Tidak akan abadi "

        Ketika Anda naik jabatan atau menduduki kekuasaan, maka saat itu Anda harus siap bahwa pada saatnya nanti, cepat atau lambat, Anda akan dipaksa oleh keadaan untuk turun dan meninggalkan jabatan itu, suka ataupun tidak. Oleh karena itu, bila Anda tidak ingin kehilangan jabatan atau kedudukan, maka Anda tidak usah menduduki jabatan atau kedudukan. Syaikh Ibnu Athaillah berkata : "IN RAGH-GHABTAL BIDAAYAATU ZAHHADATKAN NIHAAYAATU  IN DA'AAKA ILAYHAA ZHAAHIRUN NAHAAKA  'ANHAA BAATHINUN. Artinya : " Jika awalnya menyenangkan Anda, maka biasanya akan berakhir dengan tidak menyenangkan bagi Anda. Jika Anda terpengaruh oleh pandangan zahir, maka batinnya akan mencegah Anda".

          Jadi, Orang yang tidak mengerti, biasanya hanya tertarik di awal sesuatu atau apa yang terlihat secara zahirnya saja. Karena terlihat bagus, menarik dan memikat. Pandangan seperti itu, banyak membuat orang tertipu dan terseret pada kehancuran dan kebinasaan pada akhirnya. Padahal akhir dan batin dari sesuatu itu, sebenarnya yang sangat penting dan menentukan. Sebuah jabatan atau kedudukan, secara zahirnya mungkin menarik, tetapi pada hakikatnya ia merupakan amanat yang berat.
Jarang orang yang selamat dari bahaya dan fitnahnya.

Firman Allah Ta'ala :
I'LAMUU ANNAMAL HAYAATUD DUNYAA LA'IBUN WA LAHWUN WA ZIINATUN WA TAFAAKHURUN  BAINAKUM WA TAKAATSURUN FIL AMWAALI WAL AULAAD, KAMATSALI GHAITSIN A'JABAL KUFFAARA NABAATUHU TSUMMA YAHIIJU FATARAAHU MUSHFARRAN TSUMMA YAKUUNU HUTHAAMAA. WA FIL AAKHIRATI  'ADZAABUN SYADIID, WA MAGHFIRATUN MINALLAAHI WA RIDHWAA. WA MAL HAYAATUD DUNYAA ILLAA MATAA'UL GHURUUR.
Artinya : " Ketahuilah, Bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, peqhiasaan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga- banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani. Kemudian tanaman itu menjadi kering, dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridha'an-Nya. Dan kehidupan ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu". (QS. Al-Hadid : 20).

               Nah, Sudah jelas bahwa suatu jabatan yang Anda miliki dapat melupakan hakikat hidup Anda. Jabatan yang Anda sandang adalah suatu ujian, apakah menuruti kemauan kekuasaan Anda atau Anda tergiur akan kekuasaan. Daripada itu, jabatan adalah sebuah aplikasi yang menggoda, mampu menjebak hati yang lengah. Jika Anda memiliki jabatan, ingatlah bahwa jabatan atau kekuasaan itu adalah dari Allah, yang memberikan kepada Anda untuk mensyukuri dan tidak melupakan Allah diwaktu memegang tampuk kekuasaan atau jabatan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KHUSYU' DAN HUDHUR

"Sungguh, berbahagialah orang-orang mu'min yakni mereka  yang khusyu' dalam shalatnya" (QS. Al-Mu'minun 23 : 1-2)           Disini kita mengutip lagi tentang khusyu' dan hudhur, agar Anda memahami tentang maksud makna arti kedua ini, biar Anda jelas apa itu khusyu' dan apa itu hudhur. Mari simak kembali, biar Anda puas memahami maksudnya. KHUSYU' Ketahuilah, Banyak para ulama kita yang beda pendapat memaknai khusyuk itu pendapat pertama menyebut bahwa Khusyu' dalam shalat bisa diperoleh dengan memejamkan mata, merendahkan suara, dan tidak melirik kekanan dan kekiri. Pendapat yang lain mengatakan bahwa Bila shalat sudah dimulai hendaklah ia tidak mempedulikan disekelilingnya, atau tidak ada orang sebelah kanannya maupun disebelah kirinya, serta menganggap tidak ada pekerjaan lain yang lebih penting selain shalat. Pendapat yang lain pula mengatakan bahwa Khusyu' dapat dicapai dengan mengerahkan ingatan hanya pada Allah dengan seg...

DUA KENI'MATAN BESAR

Dua macam keni'matan. Tiada satu makhluq pun yang terlepas dari keduanya, yaitu Ni'mat ciptaan (al-ijad). Dan ni'mat kelestarian (al-imdad). Disini sedikit kami menguraikan tentang dua hal macam keni'matan yang Allah berikan kepada kita. Nikmat penciptaan (al-ijad) dan ni'mat pemeliharaan atau pelestarian (al-imdad) adalah   Merupakan dua ni'mat yang biasa dibutuhkan oleh setiap yang maujud. Dengan ni'mat penciptaan (al-ijad), membuat sesuatu yang semula tidak ada menjadi ada. Setelah sesuatu tercipta, maka pasti membutuhkan pemeliharaan, pengembangan dan pelestarian akan keberadaan dan eksistensinya. Itulah ni'mat " al-imdad ". AN'AMA 'ALAYKA AWWALAN BIL IIJAADI WA TSAANIIHAA BI TAWAALIIL IMDAADI. Artinya :   " Kenik'matan dari Allah Ta'ala yang pertama adalah Ni'mat ijad. Seterusnya adalah ni'mat imdad, yang terus-menerus disempurnakan." Ketahuilah, Wujud dari segala yang diciptakan (makhluq), te...